Skip to content

RIP dan OSPF

December 7, 2010

RIP dan OSPF

Open Shortest Path First (OSPF)

Open Shortest Path First (OSPF) yang dikembangkan oleh IETF untuk digunakan di Internet. Bahkan sekarang Internet Architecture Board (IAB) telah merekomendasikan OSPF sebagai pengganti RIP. OSPF merupakan sebuah routing protokol berjenis IGP yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di mana Anda masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya. Atau dengan kata lain, Anda masih memiliki hak administrasi terhadap jaringan tersebut. Jika Anda sudah tidak memiliki hak untuk menggunakan dan mengaturnya, maka jaringan tersebut dapat dikategorikan sebagai jaringan eksternal. Selain itu, OSPF juga merupakan routing protokol yang berstandar terbuka. Maksudnya adalah routing protokol ini bukan ciptaan dari vendor manapun. Dengan demikian, siapapun dapat menggunakannya, perangkat manapun dapat kompatibel dengannya, dan di manapun routing protokol ini dapat diimplementasikan. OSPF merupakan routing protokol yang menggunakan konsep hirarki routing, artinya OSPF membagi-bagi jaringan menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan area.

Dengan menggunakan konsep hirarki routing ini sistem penyebaran informasinya menjadi lebih teratur dan tersegmentasi, tidak menyebar kesana ke mari dengan sembarangan. Efek dari keteraturan distribusi routing ini adalah jaringan yang penggunaan bandwidth-nya lebih efisien, lebih cepat mencapai konvergensi, dan lebih presisi dalam menentukan rute-rute terbaik menuju ke sebuah lokasi. OSPF merupakan salah satu routing protokol yang selalu berusaha untuk bekerja demikian. Teknologi yang digunakan oleh routing protokol ini adalah teknologi linkstate yang memang didesain untuk bekerja dengan sangat efisien dalam proses pengiriman update informasi rute. Hal ini membuat routing protokol OSPF menjadi sangat cocok untuk terus dikembangkan menjadi network berskala besar. Pengguna OSPF biasanya adalah para administrator jaringan berskala sedang sampai besar. Jaringan dengan jumlah router lebih dari sepuluh buah, dengan banyak lokasi-lokasi remote yang perlu juga dijangkau dari pusat, dengan jumlah pengguna jaringan lebih dari lima ratus perangkat komputer, mungkin sudah layak menggunakan routing protocol ini.

Cara OSPF Membentuk Hubungan dengan Router Lain

Untuk memulai semua aktivitas OSPF dalam menjalankan pertukaran informasi routing, hal pertama yang harus dilakukannya adalah membentuk sebuah komunikasi dengan para router lain. Router lain yang berhubungan langsung atau yang berada di dalam satu jaringan dengan router OSPF tersebut disebut dengan neighbour router atau router tetangga. Langkah pertama yang harus dilakukan sebuah router OSPF adalah harus membentuk hubungan dengan neighbor router. Router OSPF mempunyai sebuah mekanisme untuk dapat menemukan router tetangganya dan dapat membuka hubungan. Mekanisme tersebut disebut dengan istilah Hello protocol. Dalam membentuk hubungan dengan tetangganya, router OSPF akan mengirimkan sebuah paket berukuran kecil secara periodik ke dalam jaringan atau ke sebuah perangkat yang terhubung langsung dengannya. Paket kecil tersebut dinamai dengan istilah Hello packet. Pada kondisi standar, Hello packet dikirimkan berkala setiap 10 detik sekali (dalam media broadcast multiaccess) dan 30 detik sekali dalam media Point-to-Point Hello packet berisikan informasi seputar pernak-pernik yang ada pada router pengirim. Hello packet pada umumnya dikirim dengan menggunakan multicast address untuk menuju ke semua router yang menjalankan OSPF (IP multicast 224.0.0.5). Semua router yang menjalankan OSPF pasti akan mendengarkan protocol hello ini dan juga akan mengirimkan hello packet-nya secara berkala.

Cara kerja dari Hello protocol dan pembentukan neighbour router terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari jenis media di mana router OSPF berjalan.

OSPF mungkin merupakan IGP yang paling banyak digunakan. Menggunakan metode MD5 untuk autentikasi antar router sebelum menerima Link-state Advertisement (LSA). Dari awak OSPF sudah mendukung CIDR dan VLSM, berbeda dengan RIP. Bahkan untuk OSPFv3 sudah mendukung untuk IPv6. Router dalam broadcast domain yang sama akan melakukan adjacencies untuk mendeteksi satu sama lainnya. Pendeteksian dilakukan dengan mendengarkan “Hello Packet”. Hal ini disebut 2 way state. Router OSPF mengirimkan “Hello Packet” dengan cara unicast dan multicast. Alamat multicast 224.0.0.5 dan 224.0.0.6 digunakan OSPF, sehingga OSPF tidak menggunakan TCP atau UDP melainkan IP protocol 89.

OSPF menggunakan protokol routing link-state dengan spesifikasi sebagai berikut:

– Protokol routing link-state

– Merupakan open standard protokol routing yang dijelaskan di RFC 2328

– Menggunakan algoritma SPF untuk menghitung cost terendah

– Update routing dilakukan secara floaded saat terjadi perubahan topologi jaringan

Media Kerja Protokol OSPF

OSPF harus membentuk hubungan dulu dengan perute tetangganya untuk dapat saling berkomunikasi seputar informasi perutean. Untuk membentuk sebuah hubungan dengan perute tetangganya, OSPF mengandalkan protokol Hello. Namun uniknya cara kerja protokol Hello pada OSPF berbeda-beda pada setiap jenis media. Ada beberapa jenis media yang dapat meneruskan informasi OSPF, dan masing-masing memiliki karakteristik sendiri, sehingga OSPF pun bekerja mengikuti karakteristik mereka. Media tersebut adalah:

  1. Broadcast Multiaccess
  2. Point-to-Point
  3. Point-to-Multipoint
  4. Non-broadcast Multiaccess (NBMA)

Karakteristik Open Shortest Path First (OSPF):

– Menggunakan Algoritma link-state

– Membutuhkan waktu CPU dan memori yang besar

– Tidak menyebabkan routing loop

– Dapat membentuk heirarki routing menggunakan konsep area

– Cepat mengetahui perubahan pada jaringan

– Dapat menggunakan beberapa metrik

OSPF Area dan Routers

Tipe Router OSPF

– Internal routers ( di dalam area )

– Backbone router ( di dalam area 0 )

– Area Border router ( ABR )

Berada antara 2 atau lebih area dan harus menyentuh area 0

– Autonomous system boundary routers ( ASBR )

Mendistribusi ulang informasi routing dan routing protokol yang lain

Mekanisme Kerja OSPF

Secara garis besar, proses yang dilakukan protokol perutean OSPF mulai dari awal hingga dapat saling bertukar informasi ada lima langkah, yaitu:

  1. Membentuk Perute yang Bersebelahan (Adjacency Router)
  2. Memilih DR dan BDR jika diperlukan
  3. Mengumpulkan semua keadaan (state) jaringan
  1. Memilih rute terbaik untuk digunakan
  2. Menjaga kemutakhiran informasi perutean

Protokol OSPF sangat cocok diterapkan pada jaringan yang memiliki jumlah host yang sangat banyak, karena kemampuannya dalam mengelola dan memperbarui tabel perutean untuk jaringan tersebut. Protokol OSPF pun juga cepat dalam penyesuaian terhadap perubahan topologi jaringan.

Routing Information Protocol (RIP)

Routing protokol yang menggunakan algoritma distance vector, yaitu algortima Bellman-Ford. Pertama kali dikenalkan pada tahun 1969 dan merupakan algoritma routing yang pertama pada ARPANET. Versi awal dari routing protokol ini dibuat oleh Xerox Parc’s PARC Universal Packet Internetworking dengan nama Gateway Internet Protocol. Kemudian diganti nama menjadi Router Information Protocol (RIP) yang merupakan bagian Xerox network Services. Versi dari RIP yang mendukung teknologi IP dimasukkan dalam BSD system sebagai routed daemon. Spesifikasi RIP dapat dilihat di RFC 1058.

RIP yang merupakan routing protokol dengan algoritma distance vector, yang menghitung jumlah hop (count hop) sebagai routing metric. Jumlah maksimum dari hop yang diperbolehkan adalah 15 hop. Tiap RIP router saling tukar informasi routing tiap 30 detik, melalui UDP port 520. Untuk menghindari loop routing, digunakan teknik split horizon with poison reverse. RIP merupakan routing protocol yang paling mudah untuk di konfigurasi.

RIP memiliki 3 versi yaitu RIPv1, RIPv2, RIPng

  • RIPv1 didefinisikan pada RFC 1058, dimana menggunakan classful routing, tidak menggunakan subnet. Tidak mendukung Variable Length Subnet Mask (VLSM).
  • RIPv2 hadir sekitar tahun 1994, dengan memperbaiki kemampuan akan Classless Inter-Domain Routing. Didefinisikan pada RFC 2453.
  • RIPng merupakan protokol RIP untuk IPv6. Didefinisikan pada RFC 2080.

Proses Routing RIP

Versi open standard modern dari RIP atau yang lebih dikenal dengan IP RIP dibahas lengkap di RFC 1058 dan standard internet lainnya (STD) 56.

RIP diklasifikasikan menjadi dua, RIP versi 1 (RIPv1), RIP versi 2 (RIPv2). Penambahan fitur di RIPv2 antara lain:

  • Kemampuan untuk membawa tambahan informasi paket routing
  • Mekanisme autentikasi untuk keamanan update table
  • Mendukung variable-length subnet mask (VLSM)

Untuk mencegah routing loop, RIP mengimplementasikan batasan jumlah hop jalur dari asal ke tujuan. Jumlah hop maksimum 15. ketika router menerima update yang berisi perubahan isi table routing, nilai metricnya bertambah 1. jika nilai metric lebih besar dari 15, maka jaringan yang dituju dianggap sebagai jaringan unreachable. RIP juga berisi sejumlah fitur-fitur yang umum, misalnya spolit hosrizon dan mekanisme holddown untuk mencegah propagasi informasi routing yang salah.

Konfigurasi RIP

Perintah untuk menjalankan RIP sebagai routing protokol adalah router rip. Perintah network kemudian digunakan untuk menjelaskan interface mana yang digunakan oleh RIP. Proses routing memasangkan interface yang bersangkutan dengan alamat jaringan dan mulai mengirimkan dan menerima update RIP ke interface tersebut.

RIP mengirim pesan routing-update pada interval yang tetap. Ketika router menerima routing-update yang berisi perubahan table routing, ia mengupdate table routingnya ke rute yang baru. Dalam hal ini metric yang diterima bertambah nilainya 1, dan interface asal dari update menunjukkan hop berikutnya dalam table routing. Router-router RIP memperbaiki hanya rute yang terbaik saja ke tujuan tapi juga memperbaiki rut eke tujuan yang nilainya sama. RIP merupakan time-driven, tapi implementasi Cisco, RIP mengirim triggered update kapanpun kalau perubahan dideteksi. Topologi mengalami perubahan juga akan dikirim triggered update langsung. Tanpa trigger, RIP dan IGRP tidak akan bagus unjuk kerjanya. Setelah proses update dalam table routing terjadi, maka konfigurasipun mengalami perubahan, kemudian router secara langsung mulai transmit update routing untuk menginformasikan ke router-router lainnya tentang perubahan yang terjadi. Triggered update ini, dikirim secara regular dan terjadwal. Gambaran perintah untuk router BHM sebagai berikut:

– BHM(config)#router rip – memilih RIP sebagai routing protokol

– BHM(config-router)#network 10.0.0.0 – spesifikasi alamat yang terhubung langsung

– BHM(config-router)#network 192.168.13.0 – spesifikasi alamat yang terhubung langsung

Interface Cisco router yang terhubung langsung ke jaringan 10.0.0.0 dan 192.168.13.0 mengirimkan dan menerima update RIP. Routing update ini mengakibatkan router mempelajari topologi jaringan dari router yang terhubung langsung yang juga menjalankan RIP sebagai protokol routingnya.

RIP harus di-enable dan jaringan harus dispesifikasikan. Sedangkan tugas yang lain adalah tambahan. Berikut ini adalah tugas-tugas tambahan:

– Seting routing metric

– Seting timer

– Spesifikasi versi RIP

– Menghidupkan autentikasi RIP

– Mengkonfigurasi route summary pada interface

– Memverifikasi IP route summary

– Men-disable automatic route summary

– Menjalankan IGRP dan RIP

– Men-disable validasi dari alamat IP asal

– Enable atau disable solit horizon

– Menghubungkan RIP ke WAN

Untuk mengenablekan RIP, digunakan perintah dalam mode global config, seperti :

  • Router(config)#router rip – enable RIP
  • Router(config-router)#networknetwork-number – spesifikasi jaringan dengan routing RIP
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: