Skip to content

Inilah Percakapan Singkat Rossi-Stoner

April 7, 2011

JEREZ, KOMPAS.com — Valentino Rossi mengakui, dia telah membuat sebuah kesalahan yang berujung pada sebuah senggolan dengan pebalap Repsol Honda, Casey Stoner. Akibatnya, mereka jatuh dan Stoner gagal melanjutkan lomba pada seri kedua MotoGP 2011 di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (3/4/2011), sedangkan dirinya bisa menyelesaikan balapan 26 lap tersebut dan finis di urutan kelima.

Insiden tersebut terjadi di lap ketujuh ketika Rossi ingin melakukan manuver untuk merebut posisi kedua yang ditempati Stoner. Sayang, saat mengambil dari sisi dalam ketika menikung ke kanan, motor Rossi tergelincir dan jatuh sehingga Stoner yang berada di sampingnya terlibat dalam kecelakaan. Setelah dibantu oleh para petugas, Rossi bisa melanjutkan lomba. Sebaliknya, Stoner, yang menjadi pemenang seri perdana di Qatar, harus meninggalkan arena balapan dan istirahat.

Usai lomba, Rossi pergi ke garasi Honda untuk bertemu Stoner, yang meraih pole position. “The Doctor” menyatakan penyesalannya telah membuat rivalnya tersebut gagal menuai poin di seri kedua ini.

Berikut petikan percakapan Rossi-Stoner dalam pertemuan singkat tersebut.

Stoner (tersenyum): Bagaimana dengan bahumu? Apakah baik-baik saja?

Rossi (masih mengenakan helm): Saya sangat menyesal.

Stoner: Tak apalah. Anda memiliki masalah dengan bahumu?

Rossi: Saya melakukan sebuah kesalahan.

Stoner: Ya. Tentu saja ambisimu mengalahkan bakatmu.

Rossi: Eh?

Stoner: Ambisi lebih dari bakat.

Rossi: Saya sangat menyesal.

Stoner: Tidak masalah.

Di Sirkuit Jerez, Rossi, pemegang tujuh gelar juara dunia MotoGP, memiliki rekor sangat bagus karena dia sudah meraih enam kemenangan di kelas premier. Bandingkan dengan Stoner yang belum pernah menang di Sirkuit Jerez. Juara dunia 2007 tersebut baru satu kali naik podium pada musim 2009 bersama Ducati, itu pun karena finis di posisi ketiga.

 

Rossi Klaim Raja Lintasan Basah

April 7, 2011

Sepanjang sesi ujicoba musim dingin lalu, Valentino Rossi kerap terseok-seok dalam melakukan adaptasi dengan tunggangan barunya. Ia kerap tertinggal dibelakang para pesaingnya di tim lain.

Namun, kini setelah dua seri berlalu, rider asal Italia itu mengaku telah mengetahui kunci kemenangannya bersama GP 11 Desmosedici. Rossi mengklaim ia akan menjadi yang tercepat dalam lintasan basah.

“Ketika itu (lintasan) basah saya akan melakukan lap tercepat, jadi saya punya kesempatan yang jelas untuk memenangkan perlombaan,” ungkap Rossi seperti dikutip Autosport.

Optimisme itu dingkapkannya setelah ia mencatatkan hasil gemilang di sirkuit Jerez akhir pekan (Minggu, 3/4/2011) lalu. Rossi yang start di posisi ke-11 mampu melesat dan mencatatkan dirinya di peringkat kelima pad akhir balap.

“Pada akhirnya tempat kelima adalah hasil positif bila berada di lintasan kering, tetapi di lintasan basah kami lebih kompetitif.”

Meski telah mencatatkan hasil positif di peringkat lima, namun Rossi mengaku sebenarnya ia mampu lebih baik. Menurutnya, ia bisa berada di podium jika saja ia tidak terjatuh di lap kedelapan.

“Kami diuntungkan dengan oleh kondisi cuaca, dan cuaca memberi kami kesempatan besar untuk memiliki kemenangan pertama atau podium pertama dengan Ducati. Sayangnya saya membuang kesempatan ini dengan melakukan kesalahan,” tukasnya.

 

tgs bola animasi

April 6, 2011

<html lang=”en”>
<head>
<span class=”hiddenSpellError” pre=””>Animasi</span> Bola
<style type=”text/css”>
canvas {
border: 0px solid black;
background-color:#000000;
}
</style>
// <![CDATA[javascript” >]]>
var cv;
var div;
var x = 10;
var y = 10;
var dx = 60;
var dy = 60;
var w = 400;
var h = 300;
function create(a,x,y,r) {
a.clearRect(0,0,w,h);
a.beginPath();
a.arc(x,y,r,0,Math.PI*2,true);
a.fillStyle=’red’;
a.fill();
a.strokeStyle=’red’;
a.stroke();
a.closePath();
}
function move() {
y += dy;
x += dx;
if (y > h || y < 0 || x > w || x < 0) {
if (y > h || y < 0) dy = -dy;
if (x > w || x < 0) dx = -dx;
div = document.createElement(‘div’);
div.innerHTML = ‘<audio src=”ball-sound.wav” autoplay autobuffer></audio>’;
document.getElementById(‘sound’).appendChild(div);
}
}
function animation() {
create(cv,x,y,20);
move();
}
function animate() {
cv = document.getElementById(‘canvas’).getContext(‘2d’);
if (cv == ‘undefined’) alert(‘canvas failed’);
return setInterval (animation,100);
}
</script>
</head>
<body onLoad=”animate();”>
<div id=”sound”><canvas id=”canvas” width=”400″ height=”300″></canvas></div>
</body>
</html>

tgs web

April 6, 2011

<html lang=”en”>
<head>
<title>Smile</title>
<style type=”text/css”>
canvas {
border: 0px solid black;
background-color:#000000;
}
</style>
// <![CDATA[javascript” >]]>
function smily() {
var cv = document.getElementById(‘canvas’).getContext(‘2d’);
if (cv == ‘undefined’) alert(‘canvas failed’);
//lingkaran besar
cv.beginPath();
cv.arc(150,150,120,0,Math.PI*2,true);
cv.fillStyle=’red’;
cv.fill();
cv.stroke();
cv.closePath();
//lingkaran kecil
cv.beginPath();
cv.arc(100,110,10,0,Math.PI*2,true);
cv.arc(200,110,10,0,Math.PI*2,true);
cv.fillStyle=’black’;
cv.fill();
cv.closePath();
//diiiikasih muluuttt
cv.beginPath();
cv.arc(150,125,105,0.6,2.5,false);
cv.stroke();
cv.closePath();
}
</script>
</head>
<body onLoad=”smily();”>
<canvas id=”canvas” width=”300″ height=”300″></canvas>
</body>
</html>

prakweb login

March 23, 2011
tags:
Source Code :
<!DOCTYPE html >
<head>
<title>Login</title>
<style type="text/css">
#form{
margin-top:180px;
margin-left:450px;
font-family: arial;
font-size: 20px;
color:#CCCCCC;
width:350px;
height : 250px;
background:#333333;
border: 3px solid #000000;
}
#btnLogin{
margin-left:100px;
}
#Input{
margin-top: 30px ;
margin-left: 100px ;
margin-bottom: 10px;
font-family: calibri;
font-size: 15px;
color:#CCCCCC;
}

</style>
</head>

<body>
<script language="JavaScript" type="text/javascript">
function checkUserName(v) {
    re = /^\D{3,}$/;
    return re.test(v);
}
function checkPass(v) {
    re = /^\D{3,}$/;
    return re.test(v);
}
function checkForm(f) {
    if (!checkUserName(f.username.value)) {
        alert("Username Kosong!");
        f.username.focus();
        return false;
    }
    if (!checkPass(f.password.value)) {
        alert("Password Kosong!");
        f.pin.focus();
        return false;
    }
    return true;
}
</script>
<div id="form">
<h2 align="center">Login</h2>
<hr style="color:#000000; border:double;" align="center" width="300"/>
<form  method="POST" NAME="input" onSubmit="return checkForm(this)">
   <div id="Input">
   Username:<br />     <input type="text" name="username"/><br />
   Password:<br />     <input type="password" name="password"/><br />
   </div>
   <div id="btnLogin">
   <input type="submit" name="Login" value="Login">
    </div>
</form>
</div>
</body>
</html>

wordprees to blogspot

March 19, 2011

Kali ini DG ingin membagikan Cara Pindah WordPress Ke Blogger Blogspot. Kali ini adalah tips untuk cara melakukan pindah dari wordpress ke blogger blogspot. Terkadang kita malah merasa bosen atau jenuh menggunakan wordpress yang terlalu rumit, oleh karena itu ingin pindah ke blogspot blogger, apa yang harus anda lakukan ? memindahkan content atau isi wordpress ke blogger. Ikuti cara berikut ini :

  1. Silahkan login ke WordPress.
  2. Masuk ke Dashboard.
  3. Kemudian pilih Perkakas (Tools).
  4. Pilih Export dan klik Download Export File.
  5. Masuk ke http://wordpress2blogger.appspot.com/ dan Browse file yang tadi sobat export lalu klik Convert.
  6. Sekarang masuk ke Blogger dengan ID sobat, buat blog baru atau jika sudah ada gunakan saja yang ada.
  7. Tuju ke Pengaturan.
  8. Lalu pilih Import Blog.
  9. Pada jendela Import ini silahkan pilih file yang sudah di convert tadi (blogger-export.xml).
  10. Jika sudah, jangan lupa checklist tanda yang ada dibawahnya, kemudian klik Import Blog.

Istirahat, Tidur, dan Otak Anda

March 19, 2011

Apakah Anda cenderung menghasilkan ide-ide cemerlang ketika Anda:

  • Sedang mandi?
  • Sedang bercukur?
  • Mengenakan rias wajah?
  • Di tempat tidur?
  • Tidur/mimpi?
  • Berjalan di alam terbuka?
  • Mengemudi?
  • Berlari kecil/berenang?
  • Mencoret-coret?
  • Mendengarkan musik?

Anda tidak sendirian! Kebanyakan orang mengenali paling sedikit salah satu di atas, dan sebagian besar orang mengenali semuanya. Ini disebabkan karena istirahat adalah bagian yang perlu bagi fungsi mental maupun fungsi tubuh. Bayangkan jika menghirup dan menghembuskan napas, mental, di mana menghirup setara dengan pembelajaran aktif serta asimilasi data, dan menghembus setara dengan pemilihan dan pemaduan informasi.

Ketika istirahat, otak kita berkelana di peta pikiran (mind map) internalnya, mencari dan menemukan asosiasi-asosiasi baru untuk membuat peta pikiran yang baru.

Dengan kata lain, untuk berfungsi secara efektif, otak membutuhkan istirahat yang teratur. Bila kita tidak melakukannya, otak akan memaksa kita untuk melakukannya. Mungkin Anda menyebutnya sebagai hilangnya konsentrasi, ketegangan mental, atau (dalam kasus ekstrem) nervous breakdown alias stres berat, tetapi sebenarnya semua ini adalah desakan otak agar Anda beristirahat dan menyeimbangkan diri.

Tidur, salah satu bentuk istirahat yang terdalam, adalah periode ketika otak memadukan pengalaman satu hari itu, menyaring, memilah, dan mengarsipkan, serta menyelesaikan masalah. Mimpi adalah bagian alami dari proses ini, dan merupakan salah satu sumber ilham terbesar para jenius yang kreatif.

Bila tubuh diberi gizi yang baik dan olahraga dengan benar, tidur akan dalam dan bersifat menyembuhkan, dan sering kali menyediakan kreativitas, pemahaman, dan pengetahuan yang tak terbatas.